CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

About Me

Foto saya
Maya Fitriana Anisa nama saya..Anak pertama dari 4 bersaudara . Suka coklat,eskrim dan permen karet ♥ yummy! tipe darah A dengan zodiak Aries :p

Rabu, 31 Oktober 2012

SISTA (^3^)

Heyyy there,i miss you so bad..





Akulturasi dan Relasi Interkultural


Nama : Maya Fitriana Anisa
NPM  : 19510405
Kelas  : 3 PA 05

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Dan kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Akulturasi merupakan sebuah istilah dalam ilmu Sosiologi yang berarti proses pengambil alihan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu. Adalah suatu hal yang menarik ketika melihat dan mengamati proses akulturasi tersebut sehingga nantinya secara evolusi menjadi Asimilasi (meleburnya dua kebudayaan atau lebih, sehingga menjadi satu kebudayaan). Menariknya dalam melihat dan mengamati proses akulturasi dikarenakan adanya Deviasi Sosiopatik seperti mental disorder yang menyertainya. Hal tersebut dirasa sangat didukung faktor kebutuhan, motivasi dan lingkungan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku.

Contoh akulturasi, seperti saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.
Interkultural adalah komunikasi  yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan  yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Stewart L. Tubbs, mengatakan bahwa interkultural adalah komunikasi  antara orang-orang yang berbeda budaya  (baik dalam arti ras , etnik , atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).

 Hamid Mowlana juga menyebutkan bahwa interkultural sebagai Human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain.

Sedangkan menurut Fred E. Jandt mengartikan interkultural sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.

Guo-Ming Chen dan William J. Sartosa juga menambahkan bahwa interkultural adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.

Jadi, Akulturasi dan Relasi Interkultural adalah terdapatnya hubungan atau relasi antara akulturasi dengan interkultural. Ada pun salah satunya akulturasi dapat terwujud dengan adanya peran dari intercultural yaitu proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dari proses komunikasi budaya yang berbeda tersebut secara langsung ataupun tidak langsung tercipta akulturasi yaitu Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Singkatnyanya dari komunikasi berbeda budaya menghasilkan perpaduan budaya yang berbeda juga namun tanpa menghilangkan unsur kebudayaan kelompok masing-masing.

Rabu, 10 Oktober 2012

TRANSMISI BUDAYA DAN BIOLOGIS SERTA AWAL PERKEMBANGAN DAN PENGASUHAN


NAMA  : MAYA FITRIANA ANISA
KELAS  : 3 PA 05
NPM     : 19510405

A.Pengertian Transmisi Budaya
Transmisi budaya ialah  kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang lain melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah kebiasaan/adat istiadat yang sulit untuk diubah disebut dengan transmisi budaya.
B.Bentuk Transmisi Budaya
1.    Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari institusi keluarga terutama tokoh ibu.
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka.
2.      Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
3.      Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.
C.Pengaruh Terhadap Perkembangan Psikologi Individu
a.     Pengaruh Enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Enkulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
b.    Pengaruh Akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia.
c.     Pengaruh Sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individu
Beberapa teori perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi kemasa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
D.Awal Perkembangan dan Pola Kelekatan (attachment) pada Ibu dan Pengasuh
Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu. Dimana proses seperti Enkulturasi ataupun Akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya. Individu tidak mampu berdiri sendiri, melainkan hidup dalam hubungan antar sesama individu. Dengan demikian dalam hidup dan kehidupannya manusia selalu mengadakan kontak dengan manusia lain. Karena itu manusia sebagai individu juga merupakan makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat.
Hubungan anak dengan orang tua merupakan sumber emosional dan kognitif bagi anak. Hubungan tersebut memberi kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan maupun kehidupan sosial. Hubungan  anak pada masa-masa awal dapat menjadi model dalam hubungan-hubungan selanjutnya. Hubungan awal ini dimulai sejak anak terlahir ke dunia, bahkan sebetulnya sudah dimulai sejak janin berada dalam kandungan (Sutcliffe,2002). Klaus dan Kennel  (dalam Bee, 1981) menyatakan bahwa masa kritis seorang bayi adalah 12 jam pertama setelah dilahirkan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kontak yang dilakukan ibu pada satu jam pertama setelah melahirkan selama 30 menit akan memberikan pengalaman mendasar pada anak. 
Hal senada juga dikemukakan oleh Sosa (dalam Hadiyanti,1992) bahwa ibu yang segera didekatkan pada bayi seusai melahirkan akan menunjukkan perhatian 50% lebih besar dibandingkan ibu-ibu yang tidak melakukannya. Menurut Ainsworth (dalam Belsky, 1988) hubungan kelekatan berkembang melalui pengalaman bayi dengan pengasuh  ditahun-tahun awal kehidupannya. Intinya adalah kepekaan ibu dalam memberikan respon atas sinyal yang diberikan bayi, sesegera mungkin atau menunda, respon yang diberikan tepat atau tidak. 
Kelekatan adalah suatu hubungan emosional atau hubungan yang bersifat  afektif antara satu individu dengan individu lainnya yang mempunyai arti khusus, Hubungan yang dibina akan bertahan cukup lama dan memberikan rasa aman  walaupun figur lekat tidak tampak dalam pandangan anak. Sebagian besar anak telah membentuk kelekatan dengan pengasuh utama (primary care giver) pada usia sekitar delapan bulan dengan proporsi 50% pada ibu, 33% pada ayah dan sisanya pada orang lain (Sutcliffe,2002). Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah. Ada  serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuk kelekatan tersebut. Berdasarkan kualitas hubungan anak dengan pengasuh, maka anak akan mengembangkan konstruksi mental atau internal working model mengenai diri dan orang lain yang akan akan menjadi mekanisme  penilaian terhadap penerimaan lingkungan (Bowlby dalam Pramana 1996). Anak yang  merasa yakin terhadap penerimaan  lingkungan akan mengembangkan kelekatan  yang aman dengan figur lekatnya (secure  attachment) dan mengembangkan rasa percaya tidak saja pada ibu juga pada lingkungan.  Hal ini akan membawa pengaruh positif dalam proses perkembangannya. 
Beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang memiliki kelekatan aman akan menunjukkan  kompetensi sosial yang baik pada masa  kanak-kanak (Both dkk dalam Parker, Rubin,  Price dan DeRosier, 1995) serta lebih populer dikalangan teman sebayanya di prasekolah  (La Freniere dan Sroufe dalam Parker dkk,  1995). Anak-anak ini juga lebih mampu membina hubungan persahabatan yang intens, interaksi yang harmonis, lebih responsif  dan tidak mendominasi (Parke dan Waters dalam Parker dkk,1995). 
Sementara itu  Grosman dan Grosman (dalam Sutcliffe, 2002) menemukan bahwa anak dengan kulitas kelekatan aman lebih mampu menangani tugas yang sulit dan tidak cepat berputus asa.  Sebaliknya pengasuh yang tidak menyenangkan akan membuat anak tidak  percaya dan mengembangkan kelekatan yang tidak aman  (insecure attachment).  Kelekatan yang tidak aman dapat membuat anak mengalami berbagai permasalahan yang  disebut dengan gangguan kelekatan  (attachment disorder). Telah disebutkan di atas  bahwa gangguan kelekatan terjadi karena anak gagal membentuk kelekatan yang aman dengan figur lekatnya. Hal ini akan membuat anak mengalami masalah dalam hubungan  social. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami gangguan  kelekatan memiliki orang tua yang juga mengalami masalah yang sama dimasa kecilnya  (Sroufe dalam Cicchetty dan Linch, 1995).  

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA


NAMA  : Maya Fitriana Anisa
KELAS : 3PA05
NPM     : 19510405


PENGERTIAN

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada lingkungan dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan.

Definisi lainnya diberikan oleh Herskovits, yang mendefinisikan budaya sebagai hasil karya manusia sebagai bagian dari lnnya (culture is the human-made part of the environment). Artinya segala sesuatu yang merupakan hasil dari perbuatan manusia, baik hasil itu abstrak maupun nyata, asalkan merupakan proses untuk terlibat dalam lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial, maka bisa disebut budaya. Tentu saja definisi ini juga sangat luas. Namun definisi tersebut digunakan oleh Harry C. Triandis, salah seorang pakar psikologi lintas budaya paling terkemuka, sebagai dasar bagi penelitian-penelitiannya (lihat Triandis, 1994) karena definisi tersebut memungkinkannya untuk memilah adanya objective culture dan subjective culture. Budaya objektif adalah segala sesuatu yang memiliki bentuk nyata, seperti alat pertanian, hasil kesenian, rumah, alat transportasi, alat komunikasi dan sebagainya. Sedangkan budaya subjektif adalah segala sesuatu yang bersifat abstrak misalnya norma, moral, nilai-nilai,dan lainnya.

Matsumoto, (2004) : Dalam arti luas, psikologi lintas budaya terkait dengan pemahaman atas apakah kebenaran dan prinsip-prinsip psikologis bersifat universal (berlaku bagi semua orang di semua budaya) ataukah khas budaya (culture spesific, berlaku bagi orang-orang tertentu di budaya-budaya tertentu)

Triandis, Malpass, dan Davidson (1972) : psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal.

Brislin, Lonner, dan Thorndike, (1973) : menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan.

TUJUAN

Berry dan Desen (1974) membagi tujuan dari Psikologi Lintas Budaya menjadi 3 bagian yaitu:

Transport and Test Goal: Yang dimaksudkan adalah setiap teori yang sudah dikaji demi kepentingan ilmu psikologi harus dibawa ke tempat lain untuk kemudian dilakukan kembali kepada kelompok manusia yang berbeda. Hal ini ditujukan untuk melihat kevalidan suatu teori. Dengan hal ini, kita dapat melihat bahwa dapatkan suatu cara/teori/konsep psikologi dilakukan/diberlakukan kepada kelompok manusia yang berbeda-beda?

Menjelajahi budaya lain untuk menemukan variasi psikologis yang tidak dijumpai dalam pengalaman budaya seseorang yang memang terbatas.

Berusaha menjalin dan mengintegrasikan hasil-hasil yang diakui ke dalam sebuah psikologi berwawasan luas ketika tujuan pertama dan kedua tercapai.

HUBUNGAN DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN

Psikologi lintas-budaya jelas memiliki semua persyaratan suatu upaya interdisipliner. Di dalamnya dibahas legitimasi pengkajian suatu fenomen dari beragam perspektif tanpa pengkhawatirkan reduksionisme. Konsep terakhir ini sering muncul dalam perdebatan interdispliner untuk memapas fenomena suatu disiplin ke arah penjelasan yang lebih dapat diterima secara umum dalam disiplin mendatang yang “lebih mendasar”.

Untuk membantu kita melihat bagaimana psikologi lintas-budaya berhubungan dengan disiplin lain. Dibelahan kiri terdapat disiplin-disiplin pada aras populasi yang secara luas berkenaan dengan pemaparan, penganalisisan, dan pemahaman terhadap cirri-ciri seluruh populasi, kelompok atau kolekivitas. Dari disiplin-disiplin beraras populasi ini, psikologi lintas-budaya dapat menarik sejumlah informasi substansial. Informasi-informasi ini dapat dikembangkan ilmu psikologi, berfungsinya individu, dan pemahaman terhadap variasi prilaku individu yang tampil dalam populasi beragam budaya.

Cara mewawasi berbagai aras ini tidak lain untuk memaparkan alas an yang sering dikemukakan bahwa secara luas antropologi, ekologi, dan biologi merupakan disiplin–disiplin alamiah (naturalistik)

Dalam suatu analisis terperinci, Jahoda (1982, 1990) mengkaji hubungan antropologi dan psikologi yang banyak hal merupakan hubungan interdisipliner paling substansial. Kemudian disusul suatu periode saling menolak, bahkan bermusuhan, dengan pengecualian pada bidang “budaya dan kepribadian” (kini dikenal sebagai “antropologi psikologi”) pada beberapa dasawarsa terakhir.

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA DENGAN BAHASA: Ketika kita berbicara tentang bahasa, kita berada dalam suatu lingkup yang sangat luas. Tidak perlu melihat keluar, tengok ke dalam Indonesia saja, kita sudah dapat melihat puluhan bahasa dalam satu negara. Lalu, di mana hubungannya? Psikologi membutuhkan pendekatan yang tepat dalam menangani suatu kasus. Dengan melihat bahasa sebagai kajian pengajaran, psikologi bisa menjadikan bahasa sebagai cara pendekatan dengan dialeg dan gaya bahasa dari masing-masing bahasa yang ada di Indonesia.

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA DENGAN SOSIOLOGI: Kalau bicara mengenai Sosiologi, sudah sangat jelas psikologi membutuhkan pendekatan yang diambil dari beberapa ilmu sosiologi begitu juga sebaliknya. Contohnya adalah istilah imitasi dan identifikasi dapat kita kaitkan dengan teori konformitas yang dimiliki Psik
Jika ingin dikaji satu-persatu, maka sangat banyak bidang ilmu yang memiliki ikatan dengan kajian Pskilogi Lintas Budaya, di sinilah tugas kita untuk mengamati di mana kaitan itu terjadi antara Psikologi Lintas Budaya dengan ilmu lainnya.

PERBEDAAN ANTAR PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA DENGAN PSIKOLOGI INDIGENOUS DAN ANTROPOLOGI

Psikologi Indigenous: Indigenous psychology adalam kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri (Kim & Berry, 1993). Pendekatan ini mendukung pembahasan mengenai pengetahuan, keahlian, kepercayaan yang dimiliki seseorang serta mengkajinya dalam bingkai kontekstual yang ada. Teori, konsep, dan metodenya dikembangkan secara indigenous disesuaikan dengan fenomena psikologi yang kontekstual. Tujuan utama dari pendekatan indigenous psychology adalah untuk menciptakan ilmu pengetahuan yang lebih teliti, sistematis, universal yang secara teoritis maupun empiris dapat dibuktikan (Kim et. al., 2006).

Antropologi: sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.


Sabtu, 29 September 2012

YES !!

hay kenapa judulnya "YES !!" ,ga ada alasan sih cuma sala jeplak aja hahaha (gapenting maaaaay)

TEMA GUNADARMA and I ,JULY - SEPTEMBER 2012

tari untuk ppsppt kalimalang

mubes,pemilihan KU 2012/2013

persiapan tari

pemilihan KU 2012/2013

ppsppt margonda

Selasa, 18 September 2012

jatuh love

morning....

pose dulu ahhhh *ting*


belum berniat untuk bercerita panjang lebuaaaarrr buarr buarrr buarrr *menggema* cuma nihyaaaaa,mau ngasih tau ajaaa.. saya lagi jatuh love aka falling in cinta ;) #uhuk

 ohmaygoooot cumpewooo?? enelan?? miapa>> miayam? migoleng? milebus? *lapermendadak*

kenapa?? ga suka? ga boleh?? APA?? kasian cowo itu?? maksul L ?? -..-"
amu jaat ! alian jaat.. hiks *okehlebay* #plakk lupakan


Sabtu, 15 September 2012

hellooooo ^^

hoaaaahm.. sdahh berapa lama yaaah ga nulis di blog?? hibernasi sesaat saya. banyak cerita yg ingin disampaikan..

tapi sepertinya tidak sekarang yah,, kali ini just wan to say HELLO :*

Jumat, 18 Mei 2012

Jumat, 27 April 2012


PERCAYA?? hahahaha sulit
menarik diri dari sekitarnya dan hanya diam melamun
SUDAH! hentikan kePURA-PURAan itu!


yuk ahhhh dudah bubaaaaaay :*

Selasa, 10 April 2012

CINTA????



harapan
hati
kisah
bahagia
senyum
tawa
air mata
benci
indah
omong kosong
memuakkan
...........
.......
...
CINTA??

Minggu, 08 April 2012

Selalu Ada Cerita

Selalu ada cerita saat pulang pergi priuk-depok untuk kuliah..di bis 80 maupun bus transjakarta :)
Selalu ada cerita saat berada di rumah,berkumpul dengan Badak dan Tante Ita,Tante eti..di kamar maupun Dapur.
Selalu ada cerita saat lisan tak mampu mengungkapkan..di sini,di blog ini :p

Cerita pulang pergi Priuk Depok..
emmm,ada yg bisa dilirik *ganjen kan lumayan buat penyegar mata yang penat dengan makhluk2 kampus dan tugas yang menghantui.. bisa dapet hiburan menyenangkan dari para pengamen ,entah suara yang bagus,perilaku yang lucu,blablbabla..ngerasain sebel dan kesel yang pada akhirnya ngedumel sendiri saat menunggu bis, ngerasain panik saat mobil terjebak macet padahal lagi buru2 atau bikin waktu jd ngareeet (pengalaman ga ikut ujian utama gara2 macet yg hampir 2jam!!!!!) ,berangkat gelap pulang pun gelap..suka kaya gitu drpd pulang siang panasnya ampun2an..kalo pulang maelm tuh juga seneng karna pemandangannya bagus,lampu2 jalanan,lampu kendaraan..wahahaha selalu ada cerita yang menghias hari-hari dari perjalanan itu..

Cerita saat di rumah
yaa Cerita atau ngebanyol juga ngegosip...tanya jawab dari hal penting ampe yang penting..berantem laah judes2an laaah..ga ketinggalan informasi yang sedang beredar di rumah :p (maklum tukang gosip bersama tante2 soalnya) ..yaaa saya memang ga deket dengan saudara2 saya,saya cuma deket sama tante Ita..kalo dibilang sombong atau kaya gapunya saudara yaa terserah..tp beginilah saya.. :)

Dan mungkin karena kehilangan beberapa hal tersebut saya pun jadi kehilangan semangat ,yaa ngekos karna ngekos..dibilang homesick siih engga jg deeh. emang siih pengen bgt sendiri tapi hasilnya? nihil ! tetep aja molor kudu ada temennya,wong penakut dan parnoan gini kok sok2an berani?! zzzz ... tapi yaa meski begitu saya tetep keukeh ngekos,knp? BEBAS. wahahaha otak pendek yaaa begini mikirnya ;p

udah ahh..
ohiya juga lagi kesel looh skrg,di rmh tuh tiada hari tanpa adu bacot bareng badak..tapi bukan itu yg bikin kesel tp diluar rumah..yaaah di kampus..memang dimana lg? kehidupan saya cuma kampus dan rumah..saya gapunya banyak teman,teman rumah pun gapunya..hahaha
jadi kesel kenapa? yaah kesel,,kesel ajah,sebel pokoknya..yaa begitulah..
aiiih bahkan disini pun gabisa mengungkapkannya -______- (soalnya tau ada yg baca ini blog,meski ga kenal) ..ihh gatau ahhh keseeeeeeellll :(

Jumat, 06 April 2012

H-5jam

wusaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah !!
sedang men-charge diri supaya bisa PETAKILAN lagi -________-
(seneng lu semua? seneng? seneng???? gue pengen kalem malah kaga boleh.puas?!! )
*lupakan

you know? {knoooow} pinteeeeeer :)
apah?? you don't know huh? you harus know tauk..gaboleh don't know...yayayaya walaupun you dono don't know,tpi pura-puralh know ..gitu aja kok repottt *kibasrambut
yang know must know karena TODAY IS FREE_DAY uwyeaaaaaah
ngapain coba dirumah? tidur nonton tipi dan nyicil tugas (preeeet) ..dan dan dan 1 jam sebelum nulis ini saya baru mandi doong :D (terusss? gue harus bilang WOW gitu? mayeees.bangga bener sih neng?) ..eh eh ehhhh jelas dong bangga ,selama ngekos gapernah gini lagi tauuuk :'( hiks hiks srooooot

besok is the day loooh *goyang gergaji di atas spiteng (mau ngapain weeeh -______- zzz freak bgt)
yang ga ngerti cari tau...
salam kecup penuh ludah mmmmmmmmmuaaach :*



Kamis, 05 April 2012

kemana??

kemanaaaa kemanaaa kemanaaaaaa~ kemanaaa dirimu kemanaaaaa~ .. ~(^,^~) ~(^,^)~ (~^,^)~
#plakkkk eaaaa malah jadi nyanyi weh !!
lah kan judulnya aja "kemana" woy !! zzzzzz -____________-

"maya kok ga bergairah?" <<<< gairahin doongs *kedipmanja *monyonginbibir
"akhir2 ini maya juga kusut nih" <<< digosok laaah
"maya akhir2 ini cemberut mulu,udah jarang ketawa" <<< gemana yaaah :(
"maya kenapa? kok kalem?" <<< -______- kalo petakilan dibilang berisik

wuiiih segede galon tuh tulisan maaay !!
bodo..wahahaha
untuk ngejawab pertanyaan bertanda kutip tersebut saya gapunya jawabannya..karna memang gatau kenapa ..saya cuma ngerasa berat..lemes..males..jangankan untuk tertawa,tersenyum pun rasanya malas...perlu tenaga yang superduper supaya bisa ngebuat garis senyum.dan perlu extra tenaga superduperwiper supaya bisa tertawa *LEBEH YOU KNOW?! +____+
:p

tapi ga bo'ooooong emang akhir2 ini rada-rada gemanaaaa gituuu.. gatau deh ah yaaaa...
ohiyaaa,,,nulis postingan ini sambil nontonin youtube.. lucu2 deeeeh nih link'y

sumpah yang ini bikin ngakak banget,,apalagi anjing ngomong (yang terakhir) ..itu dapet bangeet sama mimiknya.. aaaaaaa~ >,< lucuuuuuu

ohyaaaa ada juga yang tentang golira gituuu.. eh gorila !
buka aja disini  atau disini ^_^


konniciwa !!

Jumat, 30 Maret 2012

Narsis di pagi hari




jam 07.00 am ... gileeeee jarang-jarang udah rapih jam sigitu buat brkt ngampus... (sekarang anak kos cuy) biasanya jam segitu baru mandi..wahahahaha *ketahuaaaaan ;p
dan pas mau buka pintu dari dalam tas ada yang brgetar hebat !! drrrrt drrrrt ..degdegdegdegdeg dan tetooooot ada pesan baru masuk dari mamah oliv "dosennya ga masuk,lagi sakit"
and the....wuhuuuuuuu YES YES YES senengnyoooo...secara lagi males bgt tauuuk ,trus juga sekalian bablas ga masuk jam yg berikutnya.okeh CERDAS <<<<<<< *YOUR HEAD!! CERDAS dr mana coba??! -_____-
lempar tas,,tiba-tiba bingung mau ngapain dong jadinya sekarang..tring! ide terlintas begitu saja saat ngeliat cermin dan hape...hehehehe udah tau dooong mau ngapain,apalagi udah rapih gini cyiiiiin...yak!benaaaaaar..waktunya poto-poto,mari bernarsis ria meski dengan wajah yang pas-pasan (gausa ketawa! nyadar diri kok)
bergaya ala MAYA FITRIANA ANISA dimulaiiiiiii 
jepret! jeprat! jeproot! preeet! brepepepepet! (kenapa jadi kaya bunyi lagi mencret-mencret hey)
nih beberapa hasilnya :D




kaya BENCONG bgt !!

yang kaya bencong itu saya kirim ke marisa dan vera..emang bener kaya bencong juga kata mereka..
wahahahaha cowoknya keluar,may !
aiiiish -_______- geliiii ihhhh 






dear diary

gaya 70/80-an hmm

woooilaaaah !! itulah beberapa poto kenarsisan saya.. *kedipkedipmata (kelilipan may?) 

degdegdeg mata dia yang dewasa,sikap dia yang dewasa..bikin degdegeg dan saat dia ngocol bikin WAKAKAKAKAKAKAK <<<< curhat colongan nihyeeee

Jumat, 23 Maret 2012

Apakah

pertanyaan : Apakah saya sudah menjadi aku???


heeeeeylooooooooh .....
tadi malam rencananya pengen nonton teater koma lg di TIM karna kebetulan hari ini kan libur tuuh...
dan sesampainya di sana..dueeeeng!!!! PENUH ! dan bahkan Sold Out ampe hari minggu..gila yaaah...
pemikiran orang-orang dengan kami ternyata sama..aiiiish
kecewa bgt bgt bgt...saya udah nonton aja kecewa,apalagi yang belum dan pengen bgt ikuuut.sabar yaa teman-teman,masih ada waktu lain kok.. ^^

dan yaaaah pengen cerita ga enaknya tadi malam dg saya,,padahal udah berusaha disembunyiin supaya ga kaya gitu,,ternyata dikalahkan...wahahaha
dan dan daaaaan sayanya diem judes jutek gituuu...wuaaaaah kalo di inget2 jadi ga enak bgt sama temen2 yang lain..ckckckckck
awalnya emang udah unmood bgt,tp udah diusahain ngegelo sendiri...ehh,,tapi tetep aja muncul jadinya..
ga boleh kaya gitu lagi yaa,may..bikin ga enak suasana..bikin ga enak sama semuanya :(
maaf teman-teman...

terus pas perjalanan pulang ada hal-hal yang bikin khawatir banget banget..ga usah di ceritain yaaah :)
sekian ceritanya ahh..mau prepare buat go home,badak udah kangen saya katanya..wahahaha :p

Rabu, 21 Maret 2012

Nasgor Robin

malaaaaaaaam...ingin sedikit bercerita ttg hari ini...okeh langsung cekidot ajah kita..
pertama,mau cerita ttg salah satu matkul di kampus,yaitu INVENTORI an you know what (lagaknya pake bahasa inggris cuy) ,materi kali ini bikin mumet,lebih tepatnya praktek kali yaah..kita bikin grafik yang mana tuh garis kotak2 kecil2 banget...nih gambarnya,,saya ga pake kacamata nihyaa,kalo suatu saat make berarti itu salah satunya dikarenakan ngerjain nih yee..nih potonya dah



naaah...selese kuliah ituuu,kebetulan matkul terakhir di hari ini.saya langsung meluncur ke tempat latihan TEMA...wuaaaaaah wusaaaah...singkat cerita selesai lah latihan hari ini.
seperti biasa,habis latihan itu cari makan..dan pekong merekomendasikan makan di nasgor robin..
daaaaan teng tererertttteeeteeeee...wuuuuh nasinya wuakeeeh boooo' murah lagi..
maaf sepertinya cerita dan bahasa saya ga karuan serta ga bisa dimengerti yah..hahaha
ngasih poto aja deeh..




manusia yg merekomendasikan (pekong)



Selasa, 20 Maret 2012

Tersenyum dalam hati menangis

"Rasanya tersiksa,rasanya tak mau hilang"

"Tersenyum,,dalam hati menangis..cintaku telah di ujung jalaan~.."

wahahahaha itu dua penggalan lirik lagu yang mana dimana anak kambing saya lagi mewakili perasaan saya...#eaaaaaa
saya memang sedang tak ingin menjalin hubungan untuk saat ini,dan saya pun sudah berprinsip seperti itu untuk waktu ke depannya entah sampai kapan..
saya memang menyukai dia,tapi dari awal saya udah memastikan diri bahwa ini hanya cinta dalam hati #halaaah #eaaaa #preeet *lupakan -_______-
dan naaaaah kebetulan yang menyakitkan tuh cowok suka sama cewek lain #eaaa yg bertepuk sebelah tangan #mewek dulu ahhh :'( *lupakan

cowok itu sudah menyatakan suka dan sayang meski bukan secara langsung,namun melalui media...
hari ini kencan pertama mereka sepertinya...yaaah ga muna saya'y,jujur aja rasanya itu sakit..tapi dilain hal saya seneng karna hal itu akan membuat prinsip saya tetep keukeuh..

cewek ga hampir selalu cerita,,tapi waktu cerita di depannya saya sumringah dan ngasih saran untuk hubungan yang lebih lanjut...tapi dalam hati agak nyeeesssss nyesek...rasanya itu cekit cekit cekit cekit...hahaha #plak #lebay *lupakan -_______-

oiya,saya udah hampir 2 minggu menjadi ank kost loooh...sedikit menghias2 kamar..nih sisi yang udah di hias.. :)

gemana gemana gemanaaaa??? :) :) :)

Senin, 19 Maret 2012

Fenomena Kesehatan Mental


Jejaring sosial Facebook merupakan jejaring sosial yang saat ini banyak digunakan orang dalam berinteraksi di dunia maya. Awalnya memang kegunaan dariFacebook sebagai media komunikasi jarak jauh dan situs pertemanan jarak jauh. Namun, beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya seseorang mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Seseorang juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag orang tersebut di fotonya.
Pengaruh kecanduan Facebook terhadap kesehatan

Berikut ini dijelaskan beberapa hal dari pengaruh Facebook terhadap kesehatan tubuh, diantaranya adalah :
Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasi dirinya. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diberikan kemudahan untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada teman kita saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan teman-teman, mereka menjadi gelisah karena "berpisah" dari komputernya.

Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr. Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, bereaksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, kita dapat mengalami cidera tangan. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari kita masih sibuk mengomentari status teman, kita juga menjadi kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Apabila aktivitas Facebook kita hanya sekedar sign-in, mengonfirmasifriend requests, lalu sign-out, tampaknya kita tak perlu khawatir akan terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.

gambar

Kesehatan Mental

Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan Pencegahan dari kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau malajudjusment.

Kesehatan  Mental adalah  keserasian yang sempurna/ Integrasi antar bermacam-macam fungsi jiwa disertai kemampuan menghadapi kegoncangan jiwa yang ringan yang biasa dihadapi oleh setaip individu dasamping secara positif dapat merasakan kebahagiaan dan kemampuan.

Ruang lingkup dan obyek studi kesehatan mental:
material : kajian yang bersifat umum (manusia dan gejala kejiwaan)
formal   : kajian yang bersifat spesifik dari suatu disiplin ilmu.(gejala-gejala jiwa yang terganggu dan gejala sakit jiwa) 

Fungsi kesehatan mental : 
1) Individu dapat memahami dan menerima dirinya secara positif.
2) Dapat menerima dan memehami orang lain secara positif.
3) Membantu orang lain menerima dan memehami dirinya secara positif.

Tujuan kesehatan mental; 
1. Agar individu dapat melaksanakan tugas-tugas hidup dengan baik dan wajar.
2. Agar dapat menyelesaikan problem hidup sehari-hari baik ringan maupun berat.
3. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, hubungan serasi dengan orang lain.

Pendekatan dalam kesehatan Mental:
a) pendekatan terapi/ penyembuhan,perawatan, mengobati.
b) Pendakatan preventive/ pencegahan ; menghindarkan dari gangguan dan sakit mental.
c) Pendekatan konstruktif/pembinaan. Meningkatkan kwalitas kesejahteraan.

Kesehatan mental terkait dengan (1) bagaimana kita memikirkan, merasakan menjalani kehidupan sehari-hari; (2) bagaimana kita memandang diri sendiri dan sendiri dan orang lain; dan (3) bagaimana kita mengevaluasi berbagai alternatif dan mengambil keputusan. Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting bagi setiap fase kehidupan. kesehatan mental meliputi upaya-upaya mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, dan mengambil keputusan.

Kesehatan mental membahas tentang hal-hal baik hingga yang buruk, dan setiap orang akan mengalaminya. tidak sedikit orang, pada waktu-waktu tertentu mengalami masalah-masalah kesehatan mental selama rentang kehidupannya. Fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerjasama satu sama lain sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan yang menjauhkan orang dari perasaan ragu dan terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).

Hadfield : ”upaya memeliharaan mental yang sehat dan mencegah agar mentak tidak sakit”.
Alexander Schneiders : ”suatu seni yang praktis dalam mengembangkan dan menggunakan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan kesehatan mental dan penyesuaian diri, serta pencegahan dari gangguan-gangguan psikologis”.
Carl Witherington : ”ilmu pemeliharaan kesehatan mental atau sistem tentang prinsip, metode, dan teknik dalam mengembangkan mental yang sehat”.

Faktor-faktor kesehatan mental : 

1. Faktor dorongan/motivasi
- motivasi naluriah; naluri keibuan, ingin tau, mencari kehidupan, minta tolong, berkuasa.
- motivasi umum; sugesti,simpati,imitasi,empati.

2. kebutuhan-kebutuhan jiwa
- rasa aman
- kasih saying
- penghargaan  
- keberhasilan 
- pengawasan
- kebebasan

3. kebutuhan dasar/primer: sandang, panngan, papan, pendidikan, kesehatan.

Gejala –gejala  kesehatan Mental:
- Gejala fisik : sulit tidur, sesak napas, jantung berdebar, nyeri dada, pingsan.
- Tingkah laku; kekerasan fisik, penyimpangan tingkah laku, reaktif.
- Mental; gangguan konsentrasi, sulit tidur, mudah tersinggung, pelupa.
- Emosi; pemarah, mudah tersinggung, kekerasan emosi.

Reaksi jiwa dalam menghadapi masalah:
a. Denial: menolak problem yang menimpa dirinya
b. Anger: marah
c. Bergainning: tawar-menawar, kenapa terjadi pada saya.
d. Depresi: kegoncangan jiwa
e. Acception: tidak bisa menerima→sakit jiwa

Perbuatan mental yang tidak disadari:
1. Represi: menekan dirinya dengan sengaja tetapi tidak disadari untuk melupakan hal2 yang menyakitkan.
- Primer: mengingkari kenyataan yang menimbulkan penderitaan apabila ia mengingatnya.
- Sekunder: menghindari sesuatu yang akan mengingatkannya pada masa buruknya.
2. Regresi: kemunduran orang dewasa yang seperto anak2.
3. Proyeksi: menimpakan kesalahannya pada orang lain.
4. Transferensi: mengalihkan perbuatannya kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan masalah itu.
5. Identifikasi: menerapkan sifat buruknya pada orang lain, sedangkan sifat baik orang lain diklaim menjadi sifatnya sendiri.
6. Rasionalisasi: mencoba membuat dalih untuk memenuhi kesalahannya sehingga seakan-akan menjadi rasional.
7. Kompensasi: terhalangnya orang untuk mencapai sesuatu / hambatan dialihkan kepada sesuatu yang lain.
8. Pembelaan: orang tidak sadar membela diri karena tidak dapat menyelesaikan tugas2nya dengan baik / mengubah kenyataan.
9. Disasosiasi: tidak ada koordinasi antara pikiran, perasaan, dan perilaku
10. Subtitusi: perbuatan mental dimana individu yang gagal dalam satu hal mencari pelampiasan kepada hal yang lain.

Gejala-gejala gangguan jiwa yang bersifat paksaan:
1. Psychosthania:
a) Pobia: takut yang berlebihan.
b) Obsesi: adalah orang yang terbelenggu dengan berbagai macam pikiran buruk.
c) Kompulsi: orang terpaksa melakukan sesuatu sehingga merasa gelisah dan cemas apabila tidak melakukannya.

I. Repetitive: paksaan mengulangi pekerjaan.
II. Serial: paksaan mengikuti urutan2 tertentu.
III. Orderlinese: paksaan atas aturan2 tertentu
IV. Magic : membaca mantra, percaya hal-hal ghaib.
V. Anti social: penyimpangan social (kleptomania, fetitishism/mengumpulkan barang lawan jenis, abnormal seks)

2. Kepribadian psychopathi: kepribadian antisosial
- agresif egois
- asosial : kelompok fanatic & paranoid.
- Orang yang suka mengganggu orang lain
- Penjahat2 sadis
- Psikopat suka marah.
- Psikopat yang depresi
- Orang yang rendah moralnya
- Berdusta.

3. Kelainan seksual:

a) gagal dalam menyesuaikan diri dengan kecenderungan seks yang betul dengan jenis lain
b) terhambatnya pertumbuhan yang wajar untuk berpindah dari satu tahap ke tahap yang lain.

Jenis2 kelaian seksual:
- narsizm: orang sangat bangga terhadap diri sendiri.
- Oedipus compleks: mencintai orang lain secara berlebihan dan diasosiasikan seperti orang tuanya.
- Cinta terhadap sejenis
- Cinta yang tidak wajar terhadap lawan jenis
- Objek yang dicintai tidak wajar
- Ungkapan seks yang tidak wajar
- Kelainan kehidupan keluarga
- Kontradiksi seksual.

Fenomena gangguan & penyakit jiwa; dipengaruhi factor:
- Unmeaning lessnes: ketidak bermaknaan hidup
- Kesenjangan antar individu dan perubahan yang dramatis bidang ekonomi polotik social
- Bangsa klien: bangsa yang bergantung pada bangsa lain. Sifatnya:
A. Inferiority kompleks: rasa rendah diri dengan tidak mempunyai rasa bangga jika tidak mongkonsumsi barang impor
B. Selebriti sindrom: hidup gampang-gampangan, tanpa cita-cita
C. Mistifikasi: segala sesuatu dianggap misteri
D. Xenomania: orang terlalu diperbudak hal-hal yang berbau asing.


Bentuk2 gangguan mental dari prespektif psikosial religius: (1) keras kepala, (2) optimisme, (3) pesimisme, (4) dusta, (5) munafik, (6) gossip, (7) mencari kesalahan orang, (8) dengki, (9) sombong, (10) Dholim, (11) permusuhan dan kebencian, (12) pemarah, (13) ingkar janji, (14) hianat, (15) kikir, (16) serakah, (17) berbantah.


sumber 1
sumber 2
sumber 3

MAYA FITRIANA ANISA

19510405

2PA05

Maya Fitriana Anisa

ƪ(♥ε♥)ʃ Papah ƪ(♥ε♥)ʃ Mamah ƪ(♥ε♥)ʃ Edho ƪ(♥ε♥)ʃ Mia ƪ(♥ε♥)ʃ Meutia ƪ(♥ε♥)ʃ Ichsanuddin Clan ƪ(♥ε♥)ʃ aunty Ika Ernitha ƪ(♥ε♥)ʃ Psychology ƪ(♥ε♥)ʃ Drawing ƪ(♥ε♥)ʃ Reading ƪ(♥ε♥)ʃ