CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

About Me

Foto saya
Maya Fitriana Anisa nama saya..Anak pertama dari 4 bersaudara . Suka coklat,eskrim dan permen karet ♥ yummy! tipe darah A dengan zodiak Aries :p

Selasa, 05 November 2013

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)

NAMA          : MAYA FITRIANA ANISA
NPM             : 19510405
KELAS         : 4 PA 05

Apa sih sistem informasi berbasis komputer atau CBIS (Computer Base Information System)? Siapa sih orang yang gak tau tentang komputer? Di jaman seperti ini komputer jadi hal yang sangat dibutuhin banget sama manusia untuk mempermudah segala sesuatu yang dibutuhin terlebih dalam hal pendataan.

Telah diketahui bahwa informasi merupakan salah satu sumber daya yang sngat diperlukan bagi managemen dalam pengambilan keputusan .Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah sistem informasi yang beharga .Sistem tersebut disebut dengan information processing system atau lebih dikenal dengan sistem informasi .Sistem informasi sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer .Sistem informasi berbasis komputer merupakan suatu sistem pengolahan data menjadi informasi dengan menggunakan alat bantu pengambilan keputusan .Dalam sistem informasi berbasis komputer ini memiliki arti bahwa komputer mempunyai peranan yang sangat penting didalam sebuah sistem informasi tersebut .

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.

2. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

4. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.

5.Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.


CBIS ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari Sistem Informasi dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:

- Penghematan waktu (time saving).
- Penghematan biaya (cost saving).
- Peningkatan efektifitas (effectiveness)
- Pengembangan teknologi (technology development)
- Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development)

SUMBER
SUMBER

Minggu, 06 Oktober 2013

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

NAMA  : MAYA FITRIANA ANISA
NPM     : 19510405
KELAS : 4 PA 05

Ada beberapa pendapat/tokoh yang mendefinisikan mengaenai Sistem Informasi Psikologi. Namun sebelum itu saya akan menjelaskan definisi dari sitem, informasi dan psikologi itu sendiri dari beberapa pendapat/tokoh.
Berikut ulasannya.

Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari kompoen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak. Sebagai contoh, misalnya negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang membentuk suatu negara.

Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari sistem tersebut. Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan. Ada juga Anatol Raporot yang mendefinisikan arti dari sistem itu. Menurut beliau, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.L.Ackof, menyebutkan bahwa sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.

Dari beberapa pengertian di atas dapat saya simpulkan bahwa pengertian Sistem adalah sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.


Pengertian informasi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti garis besar, konsep, ide. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktifitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan.

Informasi adalah pesan atau sekumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau sekumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Dalam bidang komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau yang ditransmisikan

Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari informasi. George R. Terry mengemukakan informasi merupakan data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan – keputusan yang akan datang.

Dari penjabaran di atas disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah diberi makna melalui konteks. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.


Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Psyche yang berarti jiwa dan logia yang berarti ilmu. Secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV yang berarti lembaga hidup atau daya hidup. Oleh karena itu, jiwa merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas.

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan antropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, Psikologi kepribadian, Psikologi Kognitif , dan lain-lain.


Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan adapun pengertian lainnya, Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan dari pengertian dari sistem, informasi, psikologi dan sistem informasi maka dapat disimpulkan bahwa  sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi dan komputer yang dijadikan untuk meningkatkan pengguna dalam pengambilan keputusan terhadap penelitian, perencanaan dan pengolaan. Contohnya komputer dijadikan sebagai alat pembantu untuk menambah informasi dan digunakan sebagai alat untuk mempermudah jika ada alat test psikologi yang memerlukan perhitungan skor.



Sabtu, 04 Mei 2013

BEHAVIOR THERAPY

NAMA : MAYA FITRIANA ANISA
NPM    : 19510405
KELAS : 3 PA 05



Metode dan teknik pendekatan terapi yang didasarkan kepada teori belajar adalah pengkondisian klasik dan pengkondisian operan. Pengkondisian klasik atau pengkondisian responden dari Pavlov, pada dasarnya melibatkan stimulus tak berkondisi (UCS) yang serta otomatis membangkitkan respon berkondisi (CR) , yang sama dengan respon tak berkondisi (UCR) apabila diasosiasikan dengan stimulus berkondisi (CS), sehingga lambat laun CS mengarahkan kemunculan CR.

Pengkondisian operan melibatkan pemberian reward kepada individu atas kemunculan tingkah laku yang diharapkan pada saat tingkah laku itu muncul. Dikenal dengan istilah “pengkondisian instrumental”, karena memperlihatkan bahwa tingkah laku instrumental dapat dimunculkan oleh organisme yang aktif sebelum reinforcement diberikan untuk tingkah laku tersebut.

Menurut Lazarus, terminologi terapi perilaku (behavior therapy) pertama kali dipakai oleh Skinner, Solomon, Lindsley dan Richards pada tahun 1953, namun
setelah itu tidak dipergunakan lagi. Pada tahun 1959, Eysenck secara terpisah menggunakan terminology ini. Dalam kaitan dengan pengubahan perilaku (behavior modification), terdapat dua pendapat mengenai terapi perilaku. Sekelompok ahli mengatakan bahwa keduanya pada dasarnya sama saja, namun sekelompok lain mengatakan bahwa terapi perilaku biasanya berhubungan dengan metode kondisioning yang berlawanan (counterconditioning) misalnya, desentisasi (pengebalan) sistematik dan latihan asertif (assertive training), sedangkan terapi pengubahan perilaku menitikberatkan pada prosedur ‘aktif’ (operant conditioning). Di dalam perkembangannya, terapi perilaku sebagai metode yang dipakai untuk mengubah perilaku atau dalam arti umumnya sebagai salah satu teknik psikoterapi, menurut Corey terdiri dari 3 tahap:

•Tahap pertama adalah tahap kondisioning klasik pada perilaku yang baru, dihasilkan dari individu yang pasif. Tokoh-tokoh pada kelompok ini ialah Skinner yang terkenal dengan bukunya ‘Science and Human Behavior’, A. Lazarus terkenal dengan ‘Behavior Therapy and Beyond’, dan Eysenck dengan ‘Behavior Therapy and The Neurosis’.

•Tahap kedua adalah tahap kondisioning aktif (Operant), dimana perubahan-perubahan di lingkungan yang terjadi akibat suatu perilaku, bisa berfungsi sebagai penguat-ulang (reinforcer) agar suatu perilaku bisa terus diperlihatkan terus dan semakin diperkuat. Sebaliknya jika lingkungan tidak menghasilkan suatu penguat-ulang, harapan untuk memperlihatkan kembali perilakunya berkurang. Tokoh utama pada tahap kedua ini adalah Skinner.

•Tahap ketiga adalah tahap kognitif. Sebagaimana diketahui bahwa munculnya terapi perilaku dengan cirri-ciri khas yang bertentangan dengan pendekatan psikoanalisis, psikodinamik, mengesampingkan konsep berpikir, konsep sikap dan konsep nilai. Namun ternyata terjadi perubahan pada sekitar tahun 70-an ketika peranan berpikir (kognisi) diperhatikan ikut berperan, baik dalam proses pemahaman maupun perlakuan terhadap pasien.

Karakteristik dari pendekatan behavioristik sulit untuk dirumuskan, karena bidangnya sangat luas, sehingga sulit untuk merumuskan hal-hal yang bersifat umum secara universal, namun Corey merumuskan karakteritik tersebut antara lain sebagai berikut:
•Terapi perilaku didasarkan pada hasil eksperimen yang diperoleh dari pengalaman sistematik dasar-dasar teori belajar untuk membantu seseorang mengubah perilaku malasuai.

•Terapi ini memusatkan tehadap masalah yang dirasakan pasien sekarang ini dan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi, sebagai suatu yang berlawanan, dimana ada hal-hal yang menentukan dalam sejarah perkembangan seseorang.

•Terapi ini menitikberatkan perubahan perilaku yang terlihat sebagai kriteria utama, sehingga memungkinkan melakukan penilaian terhadap terapi meskipun proses kognitifnya tidak bisa diabaikan.

•Terapi perilaku merumuskan tujuan terapi dalam terminology kongkrit dan objektif, agar memungkinkan dilakukan intervensi untuk mengulang apa yang pernah dilakukan.

•Terapi perilau pada umumnya bersifat pendidikan.
Terapi perilaku dengan demikian tidak hanya mengubah gejala perilaunya, namun akan terjadi perubahan pada keseluruhan pribadinya sehingga terapi perilaku dalam arti sempitnya adalah psikoterapi.

Tujuan umum dari suatu terapi perilaku ialah membentuk kondisi baru untuk belajar, karena melalui proses belajar dapat mengatasi masalah yang ada. Urutan dari pemilihandan perumusan tujuan terapi, diberikan oleh Cormier & Cormier yang dikutip Corey, sebagai berikut:
•Terapis menjelaskan tujuan dari terapi

•Pasien atau klien menunjukkan secara khusus perubahan positif yang diinginkan sebagai hasilnya.

•Terapis bersama dengan pasien atau klien, menentukan apakah perubahan dari tujuan terapi yang telah dirumuskan, dimiliki oleh pasien atau klien.

•Keduanya, bersama-sama menjajaki apakah tujuan terapinya realistik.
•Keduanya membahas kemungkinan keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh dari tujuan terapi.

Bentuk bentuk terapi Perilaku :
1. Sistematis Desensitisasi, adalah jenis terapi perilaku yang digunakan dalam bidang psikologi untuk membantu secara efektif mengatasi fobia dan gangguan kecemasan lainnya. Lebih khusus lagi, adalah jenis terapi Pavlov/terapi operant conditioning therapy yang dikembangkan oleh psikiater Afrika Selatan, Joseph Wolpe.

2. Exposure and Response Prevention (ERP), untuk berbagai gangguan kecemasan, terutama gangguan Obsessive Compulsive. Metode ini berhasil bila efek terapeutik yang dicapai ketika subjek menghadapi respons dan menghentikan pelarian.

3. Modifikasi perilaku, menggunakan teknik perubahan perilaku yang empiris untuk memperbaiki perilaku, seperti mengubah perilaku individu dan reaksi terhadap rangsangan melalui penguatan positif dan negatif.

4. Flooding, adalah teknik psikoterapi yang digunakan untuk mengobati fobia. Ini bekerja dengan mengekspos pasien pada keadaan yang menakutkan mereka. Misalnya ketakutan pada laba laba (arachnophobia ), pasien kemudian dikurung bersama sejumlah laba laba sampai akhirnya sadar bahwa tidak ada yang terjadi.

5. Latihan relaksasi
Relaksasi menghasilkan efek fisiologis yang berlawanan dengan kecemasan yaitu kecepatan denyut jantung yang lambat, peningkatan aliran darah perifer, dan stabilitas neuromuscular. Berbagai metode relaksasi telah dikembangkan, walaupun beberapa diantaranya, seperti yoga dan zen, telah dikenal selama berabad-abad.

6. Observational learning, Juga dikenal sebagai: monkey see monkey do.
Ada 4 proses utama observasi pembelajaran.
-Attention to the model.
-Retention of details (observer harus mampu mengingat kebiasaan model)
-Motor reproduction (observer mampu menirukan aksi)
-Motivation and opportunity (observer harus termotivasi melakukan apa yang telah diobservasi dan diingat dan harus berkesempatan melakukannya).
reinforcement. Punishment may discourage repetition of the behaviour

7.Latihan Asertif
Tehnik latihan asertif membantu klien yang:
Tidak mampu mengungkapkan ‘’emosi’’ baik berupa mengungkapkan rasa marah atau perasaan tersinggung.
Menunjukkan kesopanan yang berlebihan dan selalu mendorong orang lain untuk mendahuluinya,
Klien yang sulit menyatakan penolakan, mengucapkan kata “Tidak”.
Merasa tidak punya hak untuk memiliki perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran sendiri.

8. Terapi Aversi
Teknik-teknik pengondisian aversi, yang telah digunakan secara luas untuk meredakan gangguan-gangguan behavioral yang spesifik, melibatkan pengasosiasian tingkah laku simtomatik dengan suatu stimulus yang menyakitkan sampai tingkah laku yang tidak diinginkan terhambat/hilang.
Terapi ini mencakup gangguan, kecanduan Alkohol, Napza, Kompulsif, Fetihisme, Homoseksual, Pedhophilia, Judi, Penyimpangan seksual lainnya.
Teknik-teknik aversi adalah metode-metode yang paling kontroversi, misalnya memberikan kejutan listrik pada anak anak autis bila muncul tingkah laku yang tidak diinginkan.

9. Pengondisian operan
Tingkah laku operan adalah tingkah laku yang memancar yang menjadi ciri organisme aktif. Ia adalah tingkah laku beroperasi di lingkungan untuk menghasilkan akibat-akibat. Tingkah laku operan merupakan tingkah laku paling berarti dalam kehidupan sehari-hari, yang mencakup membaca, berbicara, berpakaian, makan dengan alat-alat makan, bermain, dsb.

Menurut Skinner (1971) jika suatu tingkah laku diganjar maka probabilitas kemunculan kembali tingkah laku tersebut di masa mendatang akan tinggi. Prinsip penguatan yang menerangkan pembentukan, memelihara, atau penghapusan pola-pola tingkah laku, merupakan inti dari pengondisian operan. Berikut ini uraian ringkas dari metode-metode pengondisian operan yang mencakup: perkuatan positif, pembentukan respons, perkuatan intermiten, penghapusan, pencontohan, dan token economy.

Perkuatan positif, adalah pembentukan suatu pola tingkah laku dengan memberikan ganjaran atau perkuatan segera setelah tingkah laku yang diharapkan muncul. Cara ini ampuh untuk mengubah tingkah laku. Pemerkuat-pemerkuat, baik primer maupun sekunder, diberikan untuk rentang tingkah laku yang luas. Pemerkuat-pemerkuat primer memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis. Contoh pemerkuat primer adalah makanan dan tidur atau istirahat. Pemerkuat-pemerkuat sekunder, yang memuaskan kebutuhan kebutuhan psikologis dan sosial, memiliki nilai karena berasosiasi dengan pernerkuat-pemerkuat primer.
Pembentukan Respon, adalah tingkah laku yang sekarang secara bertahap diubah dengan memperkuat unsur-unsur kecil dari tingkah laku baru yang diinginkan secara berturut-turut sampai mendekati tingkah laku akhir. Pembentukan respons berwujud pengembangan suatu respons yang pada mulanya tidak terdapat dalam perbendaharaan tingkah laku individu. Perkuatan sering digunakan dalam proses pembentukan respons ini. jadi, misalnya, jika seorang guru ingin membentuk tingkah laku kooperatif sebagai ganti tingkah laku kompetitif, dia bisa memberikan perhatian dan persetujuan kepada tingkah laku yang diinginkannya itu. Pada anak autistik yang tingkah laku motorik, verbal, emosional, dan sosialnya kurang adaptif, terapis bisa membentuk tingkah laku yang lebih adaptif dengan memberikan pemerkuat-pemerkuat primer maupun sekunder.

Perkuatan intermiten, diberikan secara bervariasi kepada tingkah laku yang spesifik. Tingkah laku yang dikondisikan oleh perkuatan intermiten pada umumnya lebih tahan terhadap penghapusan dibanding dengan tingkah laku yang dikondisikan melalui pemberian perkuatan yang terus-menerus. Dalam menerapkan pemberian perkuatan pada pengubahan tingkah laku, pada tahap-tahap permulaan terapis harus mengganjar setiap terjadi munculnya tingkah laku yang diinginkan, sesegera mungkin saat tingkah laku yang diinginkan muncul. Dengan cara ini, penerima perkuatan akan belajar, tingkah laku spesifik apa yang diganjar. Bagaimanapun, setelah tingkah laku yang diinginkan itu meningkat frekuensi kemunculannya, frekuensi pemberian perkuatan bisa dikurangi.

Penghapusan, adalah dengan landadsan bahwa apabila suatu respons terus-menerus dibuat tanpa perkuatan, maka respons tersebut cenderung menghilang. Dengan demikian, karena pola-pola tingkah laku yang dipelajari cenderung melemah dan terhapus setelah suatu periode, cara untuk menghapus tingkah laku yang maladaptif adalah menarik perkuatan dari tingkah laku yang maladaptif itu. Penghapusan dalam kasus semacam ini boleh jadi berlangsung lambat karena tingkah laku yang akan dihapus telah dipelihara oleh perkuatan intermiten dalam jangka waktu lama. Wolpe (1969) menekankan bahwa penghentian pemberian perkuatan harus serentak dan penuh. Misalnya, jika seorang anak menunjukkan kebandelan di rumah dan di sekolah, orang tua dan guru si anak bisa menghindari pemberian perhatian sebagai cara untuk menghapus kebandelan anak tersebut. Pada saat yang sama perkuatan positif bisa diberikan kepada si anak agar belaj.u tingkah laku yang diinginkan.

Modeling, metodenya dengan mengamati seorang kemudian mencontohkan tingkah laku sang model. Bandura(1969), menyatakan bahwa belajar yang bisa diperoleh melalui pengalaman langsung, bisa juga diperoleh secara tidak langsung dengan mengamati tingkah laku orang lain berikut konsekuensi-konsekuensinya. Jadi, kecakapan-kecakapan sosial tertentu bisa diperoleh dengan mengamati dan mencontoh tingkah laku model-model yang ada. Juga reaksi-reaksi emosional yang terganggu yang dimiliki seseorang bisa dihapus dengan cara orang itu mengamati orang lain yang mendekati objek-objek atau situasi-situasi yang ditakuti tanpa mengalami akibat-akibat yang menakutkan dengan tindakan yang dilakukannya. Pengendalian diri pun bisa dipelajari melalui pengamatan atas model yang dikenai hukuman. Status dan kehormatan model amat berarti dan orang-orang pada umumnya dipengaruhi oleh tingkah laku model-model yang menempati status yang tinggi dan terhormat di mata mereka sebagai pengamat.
Token Ekonomi, metode token economy dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku apabila persetujuan dan pemerkuat-pemerkuat yang tidak bisa diraba lainnya tidak memberikan pengaruh. Dalam token economy, tingkah laku yang layak bisa diperkuat dengan perkuatan-perkuatan yang bisa diraba (tanda-tanda seperti kepingan logam) yang nantinya bisa ditukar dengan objek-objek atau hak istimewa yang diingini. Metode taken economy sangat mirip dengan yang dijumpai dalam kehidupan nyata, misalnya, para pekerja dibayar untuk hasil pekerjaan mereka.

Hasil Terapi Perilaku :
Terapi perilaku telah berhasil dalam berbagai gangguan dan mudah diajarkan. Cara ini memakan waktu yang lebih sedikit dibandingkan terapi lain dan lebih murah digunakan. Keterbatasan metode adalah bahwa cara ini berguna untuk gejala perilaku yang terbatas, bukannya disfungsi global (sebagai contohnya, konflik neurotic, gangguan kepribadian). Ahli teori yang berorientasi analitik telah mengkritik terapi perilaku dengan mengatakan bahwa menghilangkan gejala sederhana dapat menyebabkan gejala pengganti. Dengan kata lain, jika gejala tidak dipandang sebagai akibat dari konflik dalam diri ( inner conflict ) dan jika penyebb inti dari gejala tidak di jawab atau di ubah, hasilnya adalah timbulnya gejala baru. Satu interpretasi terapi perilaku dicontohkan oleh pernyataan controversial dari Eysenck: “ teori belajar tentang gejala neurotic adalah semata-mata kebiasaan yang dipelajari; tidak terdapat neurosis yang mendasari gejala, tetapi semata- mata gejala itu sendiri. Sembuhkan gejalanya dan anda telah menghilangkan neurosis.” Beberapa ahli terapi percaya bahwa terapi perilaku adalah pendekatan yang terlalu disederhanakan kepada psikopatologi dan interaksi kompleks antara ahli terapi dan pasien. Substitusi gejala mungkin tidak dapat dihindari, tetapi kemungkinannya adalah suatu pertimbangan penting dalam menilai kemanjuran terapi perilaku.

SUMBER :

Riyanti, B.P. Dwi dan Prabowo, Hendro. (1998). Psikologi Umum II. Jakarta: Universitas Gunadarma

Sarwono, S. (1999). Psikologi sosial. Jakarta: PT Balai pustaka

Gunarsa, Singgih D. 1992. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Maulany, R. (1997). Psikiatri. Jakarta: Buku kedokteran EGC


Rabu, 01 Mei 2013

voilalalalala

kangen pengen gambar ..
maka jadilah begini ^^..





yang ini dua halaman lhoo sekedar iseng corat coret yang mungkin bakal lucu hasilnya :p


yang ini setelah hasil editan pake picasa.. kok jadi bagus banget yah? padahal yang aslinya maaaah -_____-
sebelum

sesudah

setelah di edit

dan taraaaaa... yang gambar animasi chibi ini temen-temen sekelas saya di kampus.. entahlah, mungkin sedang terbayang mereka :p ... kapan-kapan di share deeeh foto asli mereka, apakah sama dengan karakter chibi'y?? hihihi

Minggu, 28 April 2013

RATIONAL EMOTIVE THERAPY

NAMA   : MAYA FITRIANA ANISA
NPM      : 19510405
KELAS  : 3 PA 05



Rational Emotive Therapy (RET) adalah pendekatan psikoterapi yang menyatakan bahwa keyakinan yang tidak realistis dan tidak rasional menyebabkan banyak masalah emosional.

RET adalah bentuk Cognitive Behavior Therapy (CBT). Fokus utama dari pendekatan terapi ini adalah untuk menunjukkan perubahan dalam berpikir yang akan menyebabkan perubahan dalam perilaku, sehingga mengurangi atau memperbaiki gejala. Terapi ini menekankan perubahan pola berpikir irasional yang menyebabkan penderitaan emosional ke dalam pikiran yang lebih masuk akal dan rasional. RET dapat digunakan untuk mengobati orang yang terkena dari gangguan seperti kecemasan, depresi dan stess. 

Tidak ada tindakan pencegahan utama, kecuali bahwa orang-orang yang masuk dalam pengobatan harus bersedia untuk mengubah perilaku yang mempromosikan gejala. 

Terapi emosi rasional dikembangkan oleh Albert Ellis di pertengahan 1950-an. Ellis mengusulkan bahwa orang menjadi bahagia dan mengembangkan kebiasaan diri sendiri karena kepercayaan realistis atau rusak. Dalam laporan penelitian dari Ellis pada tahun 1979 dan 1987 ia memperkenalkan model yang paling keyakinan irasional berasal dari tiga ide inti, masing-masing yang tidak realistis. Ketiga inti dan pandangan realistis meliputi: 
1) Saya harus tampil baik untuk disetujui oleh orang lain yang dirasa penting

2) Anda harus memperlakukan saya dengan adil, jika tidak, maka itu adalah suatu hal yang mengerikan dan saya tidak akan mampu menanggungnya.

3) Keadaan yang ada harus dengan cara saya dan jika tidak saya tidak akan dapat bertahan di dunia yang mengerikan seperti ini.

Pikiran-pikiran yang tidak rasional dapat menyebabkan kesedihan dan penderitaan sia-sia. Sebagai terapi, RET bersikap aktif. Terapis RET berusaha mengubah keyakinan irasional, tantangan berpikir, dan mempromosikan rational self-talk, dan berbagai strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi ini mungkin termasuk: memperdebatkan keyakinan yang irasional (terapis menunjukkan betapa tidak rasionalnya agar klien percaya ia harus menjadi baik dalam segala hal untuk dianggap sebagai orang yang berharga), reframing (situasi yang dilihat dari sudut yang lebih positif ), pemecahan masalah, bermain peran, model, dan penggunaan humor. Klien juga mungkin akan diminta untuk menyelesaikan latihan-latihan tertentu di rumah, dan bibliotherapy (membaca tentang gangguan) juga dapat digunakan sebagai komponen RET. 

Sebelum klien mulai RET, ia mungkin melalui suatu kajian dengan terapis. Penilaian ini disebut penilaian biopsikososial, terdiri dari wawancara terstruktur. Pertanyaan dan pengumpulan informasi selama penilaian ini biasanya mencakup bidang-bidang seperti sejarah masa lalu medis dan psikologis, keluarga dan sosial sejarah, jenis kelamin dan riwayat obat, pekerjaan dan sejarah pendidikan dan sejarah kriminal. Wawancara menyediakan informasi untuk diagnosis atau diagnosis tentatif yang memerlukan pengujian lebih lanjut atau konsultasi. 

Hasil Terapi :
Normalnya; Orang yang menjalani RET akan mulai memahami pola berulang pikiran yang irasional dan gangguan yang disebabkan oleh beberapa gejala. Individu dalam terapi akan mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan masalah-masalah khusus nya, dan hasil yang biasa termasuk peningkatan harga diri dan pengembangan rasa bahwa peristiwa kehidupan perubahan dan bahwa hasil mungkin tidak selalu menguntungkan.

Abnormalnya; Tidak ada hasil abnormal, tetapi orang-orang yang tidak mau berubah dan mematuhi rekomendasi pengobatan mungkin tidak mendapatkan apapun perilaku baru yang menguntungkan.

Cara terapi :
Pasien harus membedakan antara keyakinan yang rasional dengan keyakinan yang tidak rasional. Terapis menentangnya apakah pasien akan meneruskan keinginannya untuk merusak dirinya, atau tidak. Terapis mendorongnya bahkan lebih kuat lagi yakni menginstruksikan agar melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan.
            
Langkah kedua menunjukkan kepada pasien bahwa pasien mempertahankan perilakunya yang terganggu karena pasien meneruskan cara berpikirnya yang tidak logis

Langkah ketiga bertujuan mengubah cara berpikir pasien dengan membuang cara berpikir yang tidak logis.

Langkah keempat ditujan terhadap aspek yang lebih jauh lagi, tidak hanya menghadapi proses berpikir yang tidak logis terhadap hal-hal yang khusus, melainkan terhadap hal-hal yang lebih luas yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

Peran dan kegiatan terapis:
1. Bawalah pasien sampai pada akar persoalannya yang menimbulkan pikiran tidak rasional dan yang    menimulkan gangguan pada perilaku.
2.  Doronglah pasien agar mengemukakan pikiran-pikirannya
3.  Tunjukkan pada pasien dasar pemikirannya yang tidak logis
4.  Pergunakan analisis logis untuk mengurangi keyakinan yang tidak rasional
5. Kemukakan kepada pasien bagaimana keyakinan ini tidak jalan dan bagaimana hal tersebut akan menimbulkan gangguan emosi maupun perilaku dikemudian hari
6. Pergunakan humor dan cara lain yang mungkin dirasakan aneh atau yang bukan seperlunya, untuk menghadapi cara berpikir pasien yang tidak rasional
7. Jelaskan bagaimana pikiran ini dapat diganti dengan pikiran lain yang lebih rasional dan yang lebih memiliki dasar empiric yang kuat
8. Ajarlah pasien bagaimana mempergunakan pendekatan ilmiah dan proses berikutnya, sehingga mereka dapat mengamati dan kemudian mengurangi cara berpikir yang tidak rasional dan logis yang dapat menimbulkan kesulitan dalam dirinya dikemudian hari.

SUMBER :
Corey, Gerald. (1995). Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. Edisi ke-4.  Diterjemahkan oleh: Drs. Mulyarto. Semarang: IKIP Semarang Press

Gunarsa, S. (2007). Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Maulany, R. (1997). Psikiatri. Jakarta: Buku kedokteran EGC

Coon, D. Essentials of Psychology. 7th ed. Pacific Grove: Brooks/Cole Publishing Company, 1997.

Sabtu, 27 April 2013

rabukamisjumat

hey hey heeeey kembali lagi bersama maya fitriana anisa di mayafitrianisa ef em...
bagaimana malam minggu kalian hari bloggers and readers?? okey mungkin ada yang sedang bersenang-senang dan juga ada yang sedang bergalau ria karna masil saja menjomblo.. HA HA HA

ingin sedikit berbagi kesenangan 3 hari kemarin..
apa saja itu? cekdisot

Rabuduapuluhempataprilduaributigabelas

Seperti biasa saya berangkat ke kampus dan beraktivitas bagaimana layaknya mahasiswi (/////,-)
*hey kenapa emot kanjen ben ituuu !!!"
kemudian saat mata kuliah terakhir tiba... hu hu hu aura kelas berubah menjadi sangat mencekam, semua berawal karna kesalahan saya yang lalai dalam tugas.. hiks *memang ga becus kau may!!* untuk cerita lengkapnya kalian tak perlu tau, karnaaa karnaaa karnaaaaa
setelah selesai kuliah seperti biasa, saya nyimash dan vera berkelana mencari makan dan tercetuslah ide untuk makan di salah mall depok yang terdekat.
pertama kita makan nasi, you know laah perut saya aseli Indonesa "ga nasi ga kenyang".. dan sekitar 45 menit kemudian ,kita ingin sesuatu yg manis-manis *aku maniss looh qaqaaaa*
nyimas makan jagug manis sedangkan saya sama veraaaa...

pancake ice cream :d

yummy !!

Dan kita ga sekedar makanmakan aja tapi juga tidak melupakan kegiatan harian yaitu bergosip, ngakak sana sini ga karuan, ada aja hal yang kita biacarain dan omongin.. sampaisampai tak terasa hari sudah sore, kitapun pulang ke kandang masingmasing :p

kamisduapuluhlimaaprilduaributigabelas

rencana awalnya itu mau ke perpustakaan kampus dengan vera, tapi batal dan kebetulan sayanya juga mager.. terus sorenya hujaaaaan padahal pengen main ke TEMA, saya rindu mereka.. dan tanpa disangka ae ijal dan lydia ngajak nonton, aaaaaa senangnyaaaaaaaa... kita nonton film yang memang lagi booming yaitu IRON MAN 3
huwah emang keren film yang satu ini...


thanks yaaah ae ijal lydiaaa... kangen banget kumpulkumpul lagiiii {}

jumatduapuluhenamaprilduaributigabelas

the best day of my week kali yaaaah.. awalnya Vera ngajakin ke perpustakaan yang ada di tim... karna data yang dicari dia itu mengenai aktor.. saya ikutan aja, karna mgkin saja saya juga menemukan data yang saya cari untuk tugas saya ini.. dan sampailah kita di TIM, kita sama sekali gatau menau mengenai perpustakaan ini, hanya berbekal info dari blog yang di baca kemudian bertanya pada orang sekitar mampirlah kita ke perpustakaan ini :
seneng bisa kesini jd nambah informasi ^^
lanjut ke pepustakaan yg ada di IKJ, daaaan agak deg2an gituu karena ngerasa asing banget.. tapi seneeeeeng seneeeeeeng....
saat lagi di perpustakaan IKJ itu vera dapat informasi mengenai pameran yang ada di Galeri Nasional, karna waktu baru menunjukkan pukul 4 sore berangkatlah kita kesana menggunakan bajaj.. sama sekali gatau lhoooo mengenai tempat itu, kita hanya bermodalkan keberanian untuk bertanya huahahahaha ngebolang banget jadinya... capeee?? jelas iya, tapi ngerasa ga rugi karna keren banget sumpah acaranya !! yang mengikuti acaranya ini dari seluruh univ di Indonesia lhooo dan mereka luar biasa kreatif, IRI BANGET

KMDCI X




thanks ALLAH 

Selasa, 23 April 2013

MERAH

baru nyoba-nyoba main tumblr, ga beda jauh sama blog siih sebenernya cuma bedanya agak lebih simple sepertinya heehhehe
waktu dulu udh pernah bikin tp lupa password dan gapernah dipake..
sekarang bikin baru jadi mayatrianisa.tumblr.com hehehehe ^^


tengkyu mickey'y :*

walpaper HP akuuuu ^^

Maya Fitriana Anisa

ƪ(♥ε♥)ʃ Papah ƪ(♥ε♥)ʃ Mamah ƪ(♥ε♥)ʃ Edho ƪ(♥ε♥)ʃ Mia ƪ(♥ε♥)ʃ Meutia ƪ(♥ε♥)ʃ Ichsanuddin Clan ƪ(♥ε♥)ʃ aunty Ika Ernitha ƪ(♥ε♥)ʃ Psychology ƪ(♥ε♥)ʃ Drawing ƪ(♥ε♥)ʃ Reading ƪ(♥ε♥)ʃ